Sabtu, 14 Mei 2011

Permainan dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia

PERMAINAN DALAM PEMBELAJARAN BHS INDONESIA

Mencermati mahasiswa praktik mengajar dalam mikro tiap tahunnya membuat saya gemas bukan main. Bagaimana tidak. Mereka menjadi stag dalam mengajar. Pada awal pertemuan hal itu mungkin adalah sebuah kewajaran, namun jika masih saja terjadi hingga akhir perkuliahan? Wah….. pastinya ada hal yang bermasalah.
Mengajar di masa sekarang haruslah energik, menyenangkan, dan inovatif. Namun kiranya ini adalah sulit diwujudkan. Banyak faktor yang menyebabkan mahasiswa praktik tidak maksimal menjadi praktikan guru, meskipun mereka seharusnya bisa melakukannya.
Berikut ini beberapa permainan yang dapat dilakukan dalam menggairahkan siswa dalam pembelajaran bahasa Indonesia. Permainan merupakan keterampilan psikomotorik. Ketika mendengar kata permainan (games) yang muncul di benak kita adalah bermain dan bersenang-senang. Padahal hal tersebut juga dapat dimuati dengan keterampilan intelektual, sesuai kebutuhannya. Berikut akan saya coba share permainan yang dapat dilakukan dalam pembelajaran bahasa Indonesia dan membuat pemebalajaran menjadi lebih menyenangkan. Namun, saya akan memulai dari yang sederhana, permainan membagi kelompok.
Biasanya para guru melakukan pembagian kelompok dengan cara klise, berdasarkan tempat duduk ataupun hitungan 1 sampai 5 dan berulang. Lalu mengelompokkan siswa berdasar nomor yang disebutkannya. Hal ini akan menjenuhkan siswa. Padahal kegiatan membagi kelompok dapat dilakukan secara menyenangkan sehingga mereka bersemangat mengikuti aktivitas selanjutnya. Berikut beberapa permainan membagi kelompok.
a.    Ikuti Hitungan Guru
Ingatkah dengan permainan Simon Says? Nah teknik permainan ini sama, guru akan menjadi orang yang mengatakan sesuatu dan harus diikuti oleh siswanya. Tetapi, yang diucapkan guru adalah jumlah angka. Misalnya guru berkata 5 – 5 (lima – lima) maka siswa harus mengelompok berlima-lima. Jika guru mengatakan 7 – 7 maka siswa harus berkelompok tujuh orang, dan seterusnya. Memang dibutuhkan tempat yang longgar. Artinya minta siswa keluar dari bangku dan berada di depan atau belakang atau tempat yang mungkin. Pasti mereka akan bersuka ria. Jika terjadi sisa beberapa siswa (tak dapat kelompok) guru dapat menempatkannya dalam kelompok yang sesuai.

b.    Sebutkan pasangan/tim kamu
Berpasangan tidak selalu menyenangkan kalau hanya dengan teman sebangku. Hal ini bisa disiasati guru dengan membuat cerita atau mengulas cerita yang lalu dan melempar pertanyaan pada siswa. Siswa yang dapat menjawab dapat dipasangkan sesuai soalnya.

c.    Carilah teman/musuhmu
Untuk yang satu ini guru harus mau menambah kerjaan dengan membuat gulungan kertas yang isinya adalah nama-nama tokoh cerita dalam film atau fiksi (novel). Lalu meminta siswa mengambil masing2masing satu gulungan kertas dan membukanya lalu mencari pasangan/timnya. Misalnya jika berpasangan ada nama seperti: HARRY POTTER. Jika menemukan kertas tersebut siswa harus mencari pasangannya. Pasangan bisa jadi teman atau musuhnya Harry Potter, yaitu HERMAENI GRINGER ataupun LORD VOLDEMORT. Jika mau membangun kelompok dapat dengan menuliskan nama-nama tokoh dalam novel. Misalnya kelompok Laskar Pelangi, maka nama-nama yang harus menjadi bagian kelompok tersebut adalah Ikal, Mahar, Lintang, Ibu Muslimah, dkk. Dalam hal ini, selain membentuk kelompok, anak bersenang-senang, juga menguatkan kembali pengetahuan kebahasaan/kesastraan anak didik.@rik

– To be continue ya …..

0 komentar:

Poskan Komentar